Tidak Disarankan Suzuki Carry Pick Up Terbaru Pakai BBM Premium, Kenapa?

watch_later Kamis, 16 Januari 2020

Tidak Disarankan Suzuki Carry Pick Up Terbaru Pakai BBM Premium, Kenapa?
Makassar – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus berusaha menaikkan penjualan Suzuki Carry terbaru dengan berbagai macam strategi. Kendaraan pikap ini telah diluncurkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) April 2019 lalu.
Perubahan pada Suzuki Carry Pick Up generasi terbaru ini terlihat dari sisi eksterior, interior, maupun mesinnya. Mobil pikap komersial tersebut telah dibekali mesin baru berkode K15B-C dengan standar emisi Euro 4.
Mesin ini merupakan turunan dari mesin K15B yang digunakan pada Suzuki Ertiga generasi baru. Terdapat penyesuaian dalam hal tenaga untuk memenuhi kebutuhan angkutan niaga. Selain itu, Mesin kode K15B-C juga menggantikan mesin lama Suzuki Carry Pick Up yang menggunakan mesin berkode G15A dengan standar Euro 2.
Meskipun mesin yang dibenamkan pada Suzuki Carry Pick Up terbaru sudah berstandar emisi Euro4, namun Harold Donel selaku Head of Brand Development and Marketing Research SIS divisi roda empat mengatakan masih bisa pakai bahan bakar minyak (BBM) premium yang memiliki kadar oktan RON 88. Sayangnya, hal tersebut tidak disarankan.
“Kami sempat uji coba menggunakan BBM RON 88. Secara kualitas oke, tapi belum tahu untuk pemakaian setelah tiga tahun,” kata Harold di Makassar, Sulawesi Selatan, (24/6).
Harold menyarankan kalau ingin mendapatkan durabilitas dan performanya panjang, disarankan Suzuki Carry Pick Up ini diberikan BBM RON 92 atau setara Pertamax. Alangkah lebih baiknya, menggunakan BBM RON 98.
“Meski dalam penggunaannya (RON 88) tidak ditemukan masalah secara teknis, namun tidak disarankan,” kata Harold.
Kerja Keras Kejar Target
Seperti diketahui sebelumnya, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) terus menggejot penjualan Suzuki Carry Pick Up generasi terbaru. Ini dikarenakan angka penjualannya tidak sesuai alias masih jauh dari target yang ditentukan.
Sebagai informasi, Suzuki Carry Pick Up generasi terbaru ini hanya dapat menjual (ritel) pada angka 2.600 an unit di bulan April-Mei 2019. Di sisi lain, Pihak SIS sendiri pernah mengatakan target penjualan Suzuki Carry Pick Up terbaru bisa mencapai 6.000 unit per bulan.
Harold Donnel selaku Head of Brand Development and Marketing Research Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat mengatakan bahwa ini disebabkan karena imbas. Menurutnya, penjualan Suzuki Carry Pick Up terbaru yang mendapatkan banyak pembaruan terkena imbas dari model sebelumnya yang masih banyak stoknya di dealer resmi Suzuki.
“Jadi lambat karena adanya stok Suzuki Carry Pick Up model lama. Banyak konsumen lebih tertarik dengan model sebelumnya karena diskonnya besar,” kata Harold di acara test drive dengan media di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (24/6).
Namun, Harold tetap optimis kalau penjualan Suzuki Carry Pick Up generasi terbaru dapat mencapai target setelah stok Carry Pick Up model lama di dealer habis dalam dua bulan ke depan.


Artikel Terkait