Prestasi Perusahaan Sukanto Tanoto Dalam Upaya Pencapaian SDG PBB

watch_later Rabu, 05 Februari 2020

Image Source: Aprilasia.com


Pendiri sekaligus Chairman Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto, mencanangkan prinsip kerja bagi segenap pihak di perusahaannya. Ia mewajibkan RGE supaya mampu berguna bagi masyarakat (Community), negara (Country), iklim (Climate), pelanggan (Customer), sehingga akan baik bagi perusahaan (Company).
            Arahannya itu rupanya sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Secara umum, SDG berisi tentang 17 tujuan yang harus dicapai oleh bangsa-bangsa di dunia pada tahun 2030. Target tersebut dihasilkan dari Sidang Umum PBB pada tanggal 25 September 2015 di New York, Amerika Serikat. Waktu itu ada 193 perwakilan negara yang hadir dan menyetujui kelahiran SDG. 
Di dalam SDGs tercantum berbagai hal untuk kehidupan manusia di yang lebih baik. Secara spesifik terdapat 17 tujuan yang harus dicapai. Lebih detail, dari semua itu ada 169 target spesifik dan 232 indikator untuk mengukur keberhasilannya.
Agar SDGs bisa tercapai, peran berbagai pihak sangat diperlukan. Jika pemerintah saja maka dipastikan target sulit digapai. Untuk itu, swasta juga didorong untuk berperan serta dalam pencapaiannya.
Dalam hal inilah, Sukanto Tanoto mendorong RGE untuk mengambil peran. Semua pihak diarahkan untuk ikut mendukung Target Pembangunan Berkelanjutan tersebut. Ini yang akhirnya mendasari operasional berbagai perusahaan di bawah RGE yang bersinggungan dengan pencapaian SDGs.
Salah satu contohnya adalah APRIL Group. Perusahaan yang bergerak di sektor pulp dan kertas ini malah terbilang aktif dalam mendukung pencapaian SDGs. Mereka melakukannya dengan banyak cara. Pada akhirnya hal tersebut membuat mereka meraih penghargaan khusus.
Pada 7 Januari 2019 lalu, APRIL telah dinobatkan sebagai perusahaan terbaik di bidang program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB pada acara Sustainable Business Award (SBAs) Indonesia. Penghargaan ini diberikan atas upaya dan komitmennya dalam menjalankan operasional bisnisnya secara strategis sejalan dengan kerangka kerja global SDGs.
Saat itu, Sihol Aritonang selaku Presiden Direktur Riau Andalan Pulp and Paper, perusahaan yang beroperasi di bawah APRIL, menerima penghargaan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, Bambang Brodjonegoro, dan Presiden Indonesia Business Council of Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani di Jakarta. Bersamaan dengan itu, APRIL juga menerima Penghargaan Khusus kategori Tanggung Jawab dan Etika Bisnis.
“Operasi kami selaras dengan visi utama bisnis kami, yakni 5C. Artinya kami beroperasi dengan baik yang berguna untuk masyarakat, negara, iklim, pelanggan kami yang pada akhirnya untuk perusahaan. Nilai-nilai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pun selaras dengan visi kami yang mengacu kepada kerangka pembangunan global yang telah disahkan secara universal di 193 negara. Kami menanamkan kerangka ini ke dalam cara kami melakukan bisnis,” ungkap Sihol.
Lebih lanjut Sihol mengatakan, “Penghargaan ini adalah bukti atas upaya perusahaan yang telah menghubungkan strategi dan kontribusi kami terhadap prioritas-prioritas di tingkat lokal, nasional dan global. Kami lalu menerjemahkannya ke dalam tindakan di lapangan yang memberikan dampak langsung.”
SBA bukan ajang sembarangan. Perhelatan yang diselenggarakan oleh Global Initiatives melalui kerjasama dengan IBCSD dan perusahaan jasa profesional PwC ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan praktik bisnis berkelanjutan terbaik. Diharapkan momen ini bisa juga menunjukkan bagaimana bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan, lingkungan, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Penghargaan SBA ini membuktikan bahwa ada banyak perusahaan yang beroperasi di Indonesia, seperti APRIL, yang memiliki fokus khusus pada peningkatan kinerja mereka, dalam konteks pembangunan berkelanjutan dan SDG yang ditetapkan oleh PBB,” ujar Shinta.

LANGKAH APRIL UNTUK SDG

Image Source: Aprilasia.com

APRIL memang pantas untuk memperoleh penghargaan SBA. Banyak upaya yang mereka lakukan untuk mendukung pencapaian SDG. Namun, hal tersebut bukan sekadar demi raihan sebuah trofi. Lebih dari itu, operasional perusahaan memang dijalankan dalam kerangka kerja yang dicanangkan oleh pendirinya, Sukanto Tanoto. Kebetulan hal tersebut selalu seiring dengan SDGs.
            Sebagai contoh nyata, APRIL bersama PwC sudah menentukan tolok ukur perusahaan atas kontribusinya di bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi terhadap SDGs. Rumusan tersebut kemudian dijadikan panduan dalam pengambilan keputusan, strategi, dan program perusahaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Bukan hanya itu, sebelumnya APRIL telah berkolaborasi dengan Tanoto Foundation yang menggandeng UNDP dan pemerintah provinsi Riau untuk membuat kerangka kerja tata kelola guna mengimplementasikan SDGs di tingkat kabupaten.
Saat itu, dalam rentang antara Oktober 2015 sampai dengan Februari 2017, program pilot multi-partner yang memperhitungkan SDGs dalam setiap perencanaan dan strategi pertumbuhan telah dilakukan di tingkat provinsi. Langkah tersebut membuat tiga kabupaten di Riau mampu mengoptimalkan pendekatan pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan.
Sebagai kontrol, program ini juga didukung oleh target, indikator, dan dasbor untuk mengelola segala perkembangan yang terjadi. Adapun beberapa target yang telah diraih antara lain mengalihkan kepemilikan kepada pemangku kepentingan lokal dan mengamankan perluasannya ke empat kabupaten hingga 2020.
Demi mendukung pencapaian SDGs, unit bisnis APRIL, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) juga memilih bergabung dengan Indonesia Global Compact Network (IGCN). Langkah tersebut sudah dilakukan pada 16 November 2018.
Diluncurkan pada 8 April 2006, ICGN merupakan jaringan Global Compact Network di Indonesia. Mereka terdiri dari 22 perusahaan dan organisasi yang berkomitmen penuh untuk mendukung pencapaian United Nations Global Compact Principles.
Hal-hal tersebut berkaitan erat dengan pencapaian SDGs. Di dalamnya terdapat Sepuluh Prinsip UN Global Compact yang diturunkan dari berbagai kesepakatan penting. Mulai dari Pernyataan Umum Hak-Hak Asasi Manusia), Undang-Undang Ketenagakerjaan Organisasi Buruh Internasional, Pernyataan Lingkungan dan Pembangunan Rio, hingga Konvensi PBB Menentang Korupsi.
Sebagai anggota, RAPP punya komitmen untuk selalu memasukkan Sepuluh Prinsip UN Global Compact di dalam strategi, kebijakan, dan prosedur perusahaan. Beberapa di antaranya selaras dengan SDGs, yakni Hak Asasi Manusia, Standar Ketenagakerjaan, Lingkungan, dan Anti-Korupsi. 
“Menjadi anggota ICGN merupakan sebuah pencapaian penting. Ini sekaligus menekankan aspek-aspek keberlanjutan yang telah diterapkan perusahaan dalam operasinya di Indonesia serta upaya kami menggabungkan Sepuluh Prinsip SDGs,”kata Sihol.
Sebelum RAPP, APRIL juga telah lebih dulu bergabung dengan UN Global Compact. Bukan itu saja, perusahaan Sukanto Tanoto ini juga tercatat sebagai anggota Global Compact Network Singapore.
Itulah sejumlah langkah yang diambil oleh APRIL dalam mendukung pencapaian SDGs. Kegiatan-kegiatan tersebut memang sejalan dengan visi perusahaan yang dicanangkan oleh Sukanto Tanoto.
Saat ini APRIL tercatat sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Setiap tahun, mereka mampu menghasilkan pulp hingga 2,8 juta ton. Hal itu masih ditambah dengan produksi kertas sebesar 1,15 juta ton dalam kurun waktu yang sama.
Dalam melakukan operasionalnya, APRIL menjalankan arahan Sukanto Tanoto untuk selalu memberi manfaat kepada berbagai pihak. Mereka melakukan perlindungan alam dengan menjaga 250 ribu hektar hutan dengan nilai konservasi tinggi. Bukan itu saja, APRIL juga mendukung program Restorasi Ekosistem Riau yang memulihkan lahan gambut seluas 160 ribu hektar.

Artikel Terkait