Kehamilan Ektopik: Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Kehamilan Ektopik: Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Kehamilan Ektopik: Pengertian, Penyebab dan Gejalanya

Meskipun cukup langka di Indonesia, namun kehamilan ektopik bisa terjadi pada siapa saja. Kasusnya sendiri masih sekitar 150 kejadian per tahun dan angka tersebut cukup sedikit jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa. 

Sebenarnya, apa sih kehamilan ektopik itu? Inilah beberapa informasi yang mungkin akan sangat penting tentang kondisi kesehatan tersebut. 

  1. Pengertian Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah hamil di luar kandungan, ini terjadi jika pasca dibuahi, sel telur tidak menempel pada bagian rahim. Namun, sel telur menempel pada beberapa bagian lain di sistem reproduksi misalnya serviks, indung telur, dan rongga perut. 

  1. Penyebab yang Bervariasi

Beberapa faktor penyebab dari kehamilan di luar kandungan ini antara lain bawaan sejak lahir, terjadi ketidakseimbangan hormon, faktor genetik, infeksi yang menyebabkan peradangan, dan juga perkembangan organ reproduksi tak normal. Jadi, bisa disimpulkan bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya. 

  1. Hal-hal yang Meningkatkan Risiko 

Risiko yang lebih besar bisa terjadi pada orang dengan beberapa kriteria berikut. Pertama yaitu kehamilan yang terjadi pada orang dengan usia 35 tahun ke atas. 

Kemudian, seseorang yang pernah mengalami endometriosis atau lebih dikenal dengan radang panggul. Penyakit menular seksual juga sangat berbahaya sehingga meningkatkan risiko terkena kehamilan di luar kandungan. 

Jika sebelumnya seseorang pernah mengalami kehamilan di luar kandungan, maka risiko terjadi lagi akan lebih besar. Termasuk pada riwayat beberapa kali terkena keguguran. 

Operasi pada area perut dan panggul serta pengobatan yang berhubungan dengan kesuburan juga sangat berbahaya. Jika seseorang memakai alat kontrasepsi spiral atau merokok, maka risikonya juga lebih besar. 

  1. Gejala 

Menjadi salah satu fenomena yang cukup jarang terjadi, kehamilan di luar kandungan memberikan gejala mirip dengan kehamilan pada umumnya. Karena itulah, setelah Anda mengalami gejala kehamilan, penting untuk melakukan USG. 

  1. Penanganan Dokter Diperlukan Jika Mengalami Hal Ini

Tentunya, penanganan dokter sangat dibutuhkan ketika gejala yang dialami terasa lebih sakit dari kehamilan biasa. Misalnya ketika terjadi flek atau pendarahan. 

Kemudian diare, pusing atau lemas, dan nyeri pada salah satu sisi di perut juga menjadi gejala penanganan dokter akan sangat dibutuhkan. Dengan demikian, masalahnya bisa segera teratasi. 

  1. Mengobati Kehamilan Ektopik

Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengobati kehamilan ektopik. Misalnya dengan melakukan prosedur injeksi menggunakan suntik methotrexate.

Suntik tersebut bertujuan untuk menghentikan pertumbuhan dari sel yang menempel pada bagian lain sistem reproduksi selain rahim. Dengan demikian, sel yang tidak bisa menjadi janin sempurna akan berhenti berkembang. 

Ketika kondisi tertentu, ada opsi lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kehamilan di luar kandungan tersebut. Yaitu operasi laparoskopi dan laparotomi.

  1. Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Untuk mencegah fenomena tersebut terjadi, ada beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan. Yang paling penting adalah tidak merokok dan gonta ganti pasangan. 

Kemudian, hal lain yang bisa dilakukan adalah melakukan USG segera setelah tes dengan alat pengecek kehamilan menunjukkan tanda positif. Jangan pernah melewatkan USG dini, karena itu sangat penting bagi kesehatan. 

Dengan malakukan pencegahan secara maksimal untuk kehamilan ektopik, maka Anda akan bisa memaksimalkan proteksi terhadap diri sendiri. Perilaku hidup sehat dan tidak gonta ganti pasangan seks merupakan hal penting untuk mengurangi risiko tersebut. 


Load comments